Senin, 09 Desember 2019

PERANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM BIDANG AGRIBISNIS


MAKALAH
PERANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM BIDANG AGRIBISNIS



NAMA            : SARCE JUBLINA LUDJI
NIM                : 1704020022
DOSEN PA    : PROF. IR. FREDRIK L. BENU, M.SI, PH.D



UNIVERSITAS NUSA CENDANA
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN AGRIBISNIS
KUPANG
2019


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat meyelesaikan penulisan makalah tentang “Peranan Sistem Informasi Manajemen dalam Bidang Agribisnis”. Penulisan makalah ini adalah salah satu syarat utuk menyelesaikan matakuliah Sistem Informasi Manajemen Agribisnis dan dapat menambah wawasan penulis tentang sistem informasi manajemen dalam agrisnis.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan koreksi dan kritik yang membangun dari pembaca dan dari Bapak Dr. Ir. M. M. J. Kapa, M.Sc,Agr selaku dosen pengampuh mata kuliah ini.


                                                                        Kupang, 09 Desember 2019

                                                                        Sarce Jublina Ludji


DAFTAR ISI
Halaman Judul........................................................................................................... i
Kata Pengantar........................................................................................................... ii
Daftar Isi.................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang................................................................................................... 1
1.2  Tujuan................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Definisi Sistem, Informasi, Manajemen, dan Sistem Informasi
Manajemen......................................................................................................... 3
2.2  Karakteristik Sistem dalam SIM...................................................................... 5
2.3  Peranan Sistem Informasi Manajemen Dalam Agribisnis............................. 7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan......................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 11




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Informasi adalah sesuatu yang teramat penting dan berharga dalam sebuah organisasi dewasa ini. Informasi yang akurat dan cepat sangat membantu tumbuh kembangnya sebuah organisasi, maka dari itulah pengelolaan informasi dipandang penting demi kelancaran sebuah pekerjaan dan untuk menganalisa perkembangan dari pekerjaan itu sendiri. Itulah sebabnya muncul apa yang dikenal dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM).
Sistem innformasi manajemen (SIM) merupakan bidang terapan yang mendapatkan perhatian para pelaku bisnis sejak Teknologi Informasi (TI) dimanfaatkan pada tahun 1950-an. Pada awalnya, titik focus utama ialah efisiensi, mengingat harga perangkat keras yang sangat mahal (jutaan dollae). Secara perlahan komponen biaya perangka keras menyusut. Namun secara keseluruhan, anggaran tahunan TI sebuah organisasi cenderung terus meningkat. Timbul kesadaran bahwa masalah yang dihadapi bukan sekedar ilmu computer, teknik elektronika, atau matematika. Diperlukan sebuah metode universal yang secara sistematis dan efektif dapat dengan cepat mengulangi permasalahan yang timbul dari waktu ke waktu. Ini berbeda dengan tradisi dunia akademis yang menawarkan berbagai variasi solusi teoritis yang telah dikaji secara ilmiah untuk permasalahan yang belum ada (G.A. Gorry & M.S.Scott).
SIM merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang semenjak tahun 1960-an. Walau tidak dapat consensus tunggal, secara umum SIM didefiniskan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lain seperti “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi dan Pengambilan Keputusan” (G. Davis & M.Olson).
Sistem informasi manajemen kini tidak lagi baaekembang dalam bidang usaha saja, tetapi sudah digunakan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kedokteran, industry, dan masih banyak lagi. Ini menandakan bahwa informasi yang akurat dan cepat dibutuhkan diberbagai bidang.
Ada banyak teknologi yang mendukung SIM baik secara online atau offline. Tapi dasar dari aplikasi yang digunakan pada SIM adalah aplikasi Database. Sistem ini harus mampu mengolah data yang dikumpulkan pada database menjadi sebuah produk informasi yang dibutuhkan penggunanya. Sistem ini juga harus bisa membagi informasi yang diproduksinya menjadi beberapa tingkatan, sehingga setiap tingkatan hanya mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

1.2  Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui peranan sistem informasi manajemen dalam bidan agribisnis.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Definisi Sistem, Informasi, Manajemen, dan Sistem Informasi Manajemen
Sistem adalah suaatu kesatuan komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat tujuan (O’Brien dan Marakas 2009).  Sistem juga didefinisikan sebagai kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lainyang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Didalam perusahaan yang dimaksud elemen dari sistem adalah departemen-departemen internal, seperti persediaan bahan mentah, produksi, persediaan barang jadi, promosi, penjualan, keuangan, personalia serta pihak eksternal seperti supplier dan konsumen yang saling terkait satu sama lain dan membentuk satu kesatuan usaha.
Informasi adalah data yang telah diolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi juga didefinisikan sebagai hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan yang dibutuhkan oleh orang untuk menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada. Data sendiri merupakan fakta-fakta yang mewakili suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang terjadi atau ada didalam atau lingkungan fisik sebuah organisasi.
Dari definisi sistem dan informasi maka dapat sistem informasi adalah  suatu sistem yang memuat berbagai jenis informasi penting mengenai orang, tempat, dan segala sesuatu yang ada didalam atau dilingkungan sekitar organisasi. Sistem informasi magandung tiga aktivitas dasar didalammnya yaitu : aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing) dan keluaran (input). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisis permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru.
Manajemen adalah sebuah proses untuk mengatur sesuatu yang dilakukan oleh sekelompok orang atau organisasi untuk mecapai tujuan organisasi tersebut dengan carra bekerja sama memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki.
Sistem informasi manajemen digambarkan sebagai sebuah bagunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status dan sebagainya. Lapisan kedua terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung informasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga adalah sumberdaya sistem informasi untuk membantu perencanaan teknis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumberdaya informasi untuk membantu perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.
Definis sebuah sistem informasi manajemen, dikenal dengan istilah umum adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (integrated) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) computer, prosedur pedoman, model manajemen, dan keputusan dan sebuah “database”.


2.2  Karakteristik Sistem dalam SIM
Sesuatu dapat disebut sistem jika mempunyai sifat atau karakteristik tertentu, yaitu:
1.      Mempunyai elemen sistem (elements)
Elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian sistem, suatu sistem sekecil apapun selalu mengandung elemem-elemen. Dengan kata lain elemen adalah bagian yang terkecil dari sistem yang sudah tidak bisa diurai lagi. Contoh pada sistem computer adalah tombol pada keyboard.
2.      Mempunyai batas sistem (boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan lainnya. Batas sistem memungkinkan sesuatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan .
Lingkungan yang membatasi sistem berupa:
-          Personel
-          Peraturan-peraturan
-          Peralatan
-          Biaya-biaya , dan sebagainya
3.      Mempunyai lingkungan luar (envirouments)
Lingkungan luar sistem adalah apapun diluar batasan sistem yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh operasi sistem.
Contoh pada sistem computer, semua listrik adalah lingkungan luar.
4.      Mempunyai penghubung (interface)
Penghubung merupakan media penghubung antara subsistem dengan subsistem lainnya. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan subsistem lainnya melalui penghubung. Contoh kabel computer.
5.      Mempunyai masukan (input)
Masukan adalah energy yang dimasukkan kedalam sistem, berupa masukan kedalam sistem, berupa masukan  perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).
Maintenance input adalah energy yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi. Contoh energy listrik, sistem software pada computer.
Signal input yaitu energy yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh data pada sistem computer.
6.      Mempunyai keluaran (output)
Keluaran adalah hasil dari energy yang diolah meliputi keluaran yang berguna dan sisa-sisa pembuangan. Contoh pada sistem computer, informasi keluaran yang berguna; panas tak berguna.
Output, bagian sistem yang berfungsi mengeluarkan informasi (tujuan akhir sistem) berupa:
-          Formulir
-          Laporan
-          Tampilan grafik
-          Unpan balik, dapat berupa perbaikan, dan sebagainya.
7.      Mempunyai pengolah (process)
Perubah masukan menjadi keluaran. Transformasi (proses), maerupakan bagian sistem yang memproses input data menjadi informasi sesuai dengan keinginan penerima, antara lain:
-          Pengurutan
-          Penggabungan
-          Pencarian
-          Klasifikasi, dan sebagainya
Contoh pada sistem computer merubah data menjadi informasi.
8.      Mempunyai sasaran atau tujuan sistem (obyektive/goal)
Sistem bisnis yang tepat tujuan (goal), sistem akuntansi atau sistem yang lebih kecil maka istilah sasaram (obyektive) lebih tepat.
Tujuan sistem dapat berupa:
-          Tujuan ekonomi
-          Tujuan manusiawi
-          Tujuan sosial, dan sebagainya.

2.3  Peranan Sistem Informasi Manajemen Dalam Agribisnis
Dalam membangun sistem informasi dalam agribisnis, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan yang juga merupakan peranan SIM dalam agribisnis yang meliputi informasi produksi, informasi distribusi, informasi pengolahan dan informasi pasar.
1.      Informasi produksi
Informasi produksi adalah suatu sistem yang hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan kegiatan produksi suatu perusahaan yang tetap bertumpu pada input, proses dan output.
2.      Informasi distribusi
Informasi  ini berkaitan dengan kegiatan penyaluran barang dari produsen ke  konsumen agar berjalan secara efektif dan efisien. Dengan adanya iformasi distribusi akan memudahkan penyebaran suatu produk ke tangan konsumen yang tersebar luas. Misalnya saja akan dijual ke agen mana produknya, langsung ke konsumen atau lewat suatu organisasi dahulu. Alat transportasinya akan menggunakan apa dan lewat jalur mana agar lebih cepat prosesnya.
3.      Informasi pengolahan
Informasi didapat dari sekumpulan data. Data yang telah didapat bisa langsung digunakan sebagi media informasi namun ada juga yang melalui proses pengolahan agar menjadi informasi yang teruntuk dan jelas. Prose pengolahan yang dilakukan bisa dengan pengkonversian, penambahan, pengeditan dan penggabungan. Informasi pengolahan bisa juga diartikan tentang bagaimana suatu produk diolah sedimikian rupa agar menjadi keluaran atau output yang berkualitas.
4.      Informasi pasar
Informasi pasar adalah kumpulan data hal-hal, kejadian, transaksi diperekonomian pasar yang sudah dikelompokkan dan memiliki nilai dan makna bagi perusahaan untuk dapat melakukan bisnis. Informasi pasar merupakan suatu berita yang bisa mempengaruhi demand dan supply barang yang pada akhirnya mempengaruhi harga, misalnya berita gagal panen bisa membuat harga naik.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Peranan sistem informasi manajemen dalam agribisnis meliputi informasi produksi, informasi distribusi, informasi pengolahan dan informasi pasar.


DAFTAR PUSTAKA
G.A. Gorry and M.S. Scott, A Framework For Management Information Systems, Sloan. Management Review, 13(1),Fall 1971, 55-70.
G. Davis and M. Olson, Mangement Information Systems, 1984, 56. Pusdiklatwas BPKP. 2007. Modul Sistem Informasi Manajemen.



PERANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM BIDANG AGRIBISNIS

MAKALAH PERANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM BIDANG AGRIBISNIS NAMA   ...