MAKALAH
PERANAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM BIDANG AGRIBISNIS
NAMA
: SARCE JUBLINA LUDJI
NIM
: 1704020022
DOSEN
PA : PROF. IR. FREDRIK L. BENU, M.SI,
PH.D
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN AGRIBISNIS
KUPANG
2019
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan rahmat-Nya penulis dapat meyelesaikan penulisan makalah tentang “Peranan
Sistem Informasi Manajemen dalam Bidang Agribisnis”. Penulisan makalah ini
adalah salah satu syarat utuk menyelesaikan matakuliah Sistem Informasi
Manajemen Agribisnis dan dapat menambah wawasan penulis tentang sistem
informasi manajemen dalam agrisnis.
Dalam
penulisan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan, oleh karena
itu penulis sangat mengharapkan koreksi dan kritik yang membangun dari pembaca
dan dari Bapak Dr. Ir. M. M. J. Kapa, M.Sc,Agr selaku dosen pengampuh mata
kuliah ini.
Kupang,
09 Desember 2019
Sarce
Jublina Ludji
DAFTAR ISI
Halaman
Judul...........................................................................................................
i
Kata
Pengantar...........................................................................................................
ii
Daftar
Isi....................................................................................................................
iii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...................................................................................................
1
1.2 Tujuan.................................................................................................................
2
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Sistem, Informasi,
Manajemen, dan Sistem Informasi
Manajemen.........................................................................................................
3
2.2 Karakteristik Sistem dalam SIM......................................................................
5
2.3 Peranan Sistem Informasi Manajemen
Dalam Agribisnis.............................
7
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.........................................................................................................
10
DAFTAR
PUSTAKA...............................................................................................
11
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Informasi
adalah sesuatu yang teramat penting dan berharga dalam sebuah organisasi dewasa
ini. Informasi yang akurat dan cepat sangat membantu tumbuh kembangnya sebuah
organisasi, maka dari itulah pengelolaan informasi dipandang penting demi
kelancaran sebuah pekerjaan dan untuk menganalisa perkembangan dari pekerjaan
itu sendiri. Itulah sebabnya muncul apa yang dikenal dengan Sistem Informasi
Manajemen (SIM).
Sistem
innformasi manajemen (SIM) merupakan bidang terapan yang mendapatkan perhatian
para pelaku bisnis sejak Teknologi Informasi (TI) dimanfaatkan pada tahun
1950-an. Pada awalnya, titik focus utama ialah efisiensi, mengingat harga
perangkat keras yang sangat mahal (jutaan dollae). Secara perlahan komponen
biaya perangka keras menyusut. Namun secara keseluruhan, anggaran tahunan TI
sebuah organisasi cenderung terus meningkat. Timbul kesadaran bahwa masalah
yang dihadapi bukan sekedar ilmu computer, teknik elektronika, atau matematika.
Diperlukan sebuah metode universal yang secara sistematis dan efektif dapat
dengan cepat mengulangi permasalahan yang timbul dari waktu ke waktu. Ini
berbeda dengan tradisi dunia akademis yang menawarkan berbagai variasi solusi
teoritis yang telah dikaji secara ilmiah untuk permasalahan yang belum ada
(G.A. Gorry & M.S.Scott).
SIM
merupakan sebuah bidang yang mulai berkembang semenjak tahun 1960-an. Walau
tidak dapat consensus tunggal, secara umum SIM didefiniskan sebagai sistem yang
menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, serta
pengambilan keputusan sebuah organisasi. SIM juga dikenal dengan ungkapan lain
seperti “Sistem Informasi”, “Sistem Pemrosesan Informasi”, “Sistem Informasi
dan Pengambilan Keputusan” (G. Davis & M.Olson).
Sistem
informasi manajemen kini tidak lagi baaekembang dalam bidang usaha saja, tetapi
sudah digunakan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kedokteran,
industry, dan masih banyak lagi. Ini menandakan bahwa informasi yang akurat dan
cepat dibutuhkan diberbagai bidang.
Ada
banyak teknologi yang mendukung SIM baik secara online atau offline. Tapi dasar
dari aplikasi yang digunakan pada SIM adalah aplikasi Database. Sistem ini
harus mampu mengolah data yang dikumpulkan pada database menjadi sebuah produk
informasi yang dibutuhkan penggunanya. Sistem ini juga harus bisa membagi informasi
yang diproduksinya menjadi beberapa tingkatan, sehingga setiap tingkatan hanya
mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.
1.2 Tujuan
Tujuan
dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui peranan sistem informasi
manajemen dalam bidan agribisnis.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Sistem, Informasi,
Manajemen, dan Sistem Informasi Manajemen
Sistem
adalah suaatu kesatuan komponen yang saling terhubung dengan batasan yang jelas
bekerja bersama-sama untuk mencapai seperangkat tujuan (O’Brien dan Marakas
2009). Sistem juga didefinisikan sebagai
kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lainyang membentuk satu
kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Didalam perusahaan yang dimaksud
elemen dari sistem adalah departemen-departemen internal, seperti persediaan
bahan mentah, produksi, persediaan barang jadi, promosi, penjualan, keuangan,
personalia serta pihak eksternal seperti supplier dan konsumen yang saling
terkait satu sama lain dan membentuk satu kesatuan usaha.
Informasi adalah
data yang telah diolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan dapat
digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi juga didefinisikan sebagai
hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi
bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan yang
dibutuhkan oleh orang untuk menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang
ada. Data sendiri merupakan fakta-fakta yang mewakili suatu keadaan, kondisi,
atau peristiwa yang terjadi atau ada didalam atau lingkungan fisik sebuah
organisasi.
Dari
definisi sistem dan informasi maka dapat sistem informasi adalah suatu sistem yang memuat berbagai jenis
informasi penting mengenai orang, tempat, dan segala sesuatu yang ada didalam
atau dilingkungan sekitar organisasi. Sistem informasi magandung tiga aktivitas
dasar didalammnya yaitu : aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing)
dan keluaran (input). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang
dibutuhkan organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi,
analisis permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru.
Manajemen
adalah sebuah proses untuk mengatur sesuatu yang dilakukan oleh sekelompok
orang atau organisasi untuk mecapai tujuan organisasi tersebut dengan carra
bekerja sama memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki.
Sistem informasi manajemen
digambarkan sebagai sebuah bagunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri
dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status dan sebagainya. Lapisan
kedua terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung informasi manajemen
sehari-hari. Lapisan ketiga adalah sumberdaya sistem informasi untuk membantu
perencanaan teknis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen.
Lapisan puncak terdiri dari sumberdaya informasi untuk membantu perencanaan dan
perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.
Definis
sebuah sistem informasi manajemen, dikenal dengan istilah umum adalah sebuah
sistem manusia/mesin yang terpadu (integrated) untuk menyajikan informasi guna
mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah
organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat
lunak (software) computer, prosedur pedoman, model manajemen, dan keputusan dan
sebuah “database”.
2.2 Karakteristik Sistem dalam SIM
Sesuatu
dapat disebut sistem jika mempunyai sifat atau karakteristik tertentu, yaitu:
1. Mempunyai
elemen sistem (elements)
Elemen sistem dapat
berupa suatu subsistem atau bagian-bagian sistem, suatu sistem sekecil apapun
selalu mengandung elemem-elemen. Dengan kata lain elemen adalah bagian yang
terkecil dari sistem yang sudah tidak bisa diurai lagi. Contoh pada sistem
computer adalah tombol pada keyboard.
2. Mempunyai
batas sistem (boundary)
Batas sistem merupakan
daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan
lingkungan lainnya. Batas sistem memungkinkan sesuatu sistem dipandang sebagai
suatu kesatuan .
Lingkungan yang
membatasi sistem berupa:
-
Personel
-
Peraturan-peraturan
-
Peralatan
-
Biaya-biaya , dan sebagainya
3. Mempunyai
lingkungan luar (envirouments)
Lingkungan luar sistem
adalah apapun diluar batasan sistem yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh
operasi sistem.
Contoh pada sistem
computer, semua listrik adalah lingkungan luar.
4. Mempunyai
penghubung (interface)
Penghubung merupakan
media penghubung antara subsistem dengan subsistem lainnya. Keluaran (output)
dari subsistem akan menjadi masukan subsistem lainnya melalui penghubung.
Contoh kabel computer.
5. Mempunyai
masukan (input)
Masukan adalah energy
yang dimasukkan kedalam sistem, berupa masukan kedalam sistem, berupa
masukan perawatan (maintenance input)
dan masukan sinyal (signal input).
Maintenance input
adalah energy yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi. Contoh energy
listrik, sistem software pada computer.
Signal input yaitu
energy yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Contoh data pada sistem
computer.
6. Mempunyai
keluaran (output)
Keluaran adalah hasil
dari energy yang diolah meliputi keluaran yang berguna dan sisa-sisa
pembuangan. Contoh pada sistem computer, informasi keluaran yang berguna; panas
tak berguna.
Output, bagian sistem
yang berfungsi mengeluarkan informasi (tujuan akhir sistem) berupa:
-
Formulir
-
Laporan
-
Tampilan grafik
-
Unpan balik, dapat berupa perbaikan, dan
sebagainya.
7. Mempunyai
pengolah (process)
Perubah masukan menjadi
keluaran. Transformasi (proses), maerupakan bagian sistem yang memproses input
data menjadi informasi sesuai dengan keinginan penerima, antara lain:
-
Pengurutan
-
Penggabungan
-
Pencarian
-
Klasifikasi, dan sebagainya
Contoh
pada sistem computer merubah data menjadi informasi.
8. Mempunyai
sasaran atau tujuan sistem (obyektive/goal)
Sistem bisnis yang
tepat tujuan (goal), sistem akuntansi atau sistem yang lebih kecil maka istilah
sasaram (obyektive) lebih tepat.
Tujuan sistem dapat
berupa:
-
Tujuan ekonomi
-
Tujuan manusiawi
-
Tujuan sosial, dan sebagainya.
2.3 Peranan Sistem Informasi Manajemen
Dalam Agribisnis
Dalam
membangun sistem informasi dalam agribisnis, ada beberapa aspek yang perlu
diperhatikan yang juga merupakan peranan SIM dalam agribisnis yang meliputi
informasi produksi, informasi distribusi, informasi pengolahan dan informasi
pasar.
1. Informasi
produksi
Informasi
produksi adalah suatu sistem yang hubungannya dengan sistem informasi
fungsional lainnya untuk mendukung manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah
yang berhubungan dengan kegiatan produksi suatu perusahaan yang tetap bertumpu
pada input, proses dan output.
2. Informasi
distribusi
Informasi ini berkaitan dengan kegiatan penyaluran
barang dari produsen ke konsumen agar
berjalan secara efektif dan efisien. Dengan adanya iformasi distribusi akan
memudahkan penyebaran suatu produk ke tangan konsumen yang tersebar luas.
Misalnya saja akan dijual ke agen mana produknya, langsung ke konsumen atau
lewat suatu organisasi dahulu. Alat transportasinya akan menggunakan apa dan
lewat jalur mana agar lebih cepat prosesnya.
3. Informasi
pengolahan
Informasi
didapat dari sekumpulan data. Data yang telah didapat bisa langsung digunakan
sebagi media informasi namun ada juga yang melalui proses pengolahan agar
menjadi informasi yang teruntuk dan jelas. Prose pengolahan yang dilakukan bisa
dengan pengkonversian, penambahan, pengeditan dan penggabungan. Informasi
pengolahan bisa juga diartikan tentang bagaimana suatu produk diolah sedimikian
rupa agar menjadi keluaran atau output yang berkualitas.
4. Informasi
pasar
Informasi
pasar adalah kumpulan data hal-hal, kejadian, transaksi diperekonomian pasar
yang sudah dikelompokkan dan memiliki nilai dan makna bagi perusahaan untuk
dapat melakukan bisnis. Informasi pasar merupakan suatu berita yang bisa
mempengaruhi demand dan supply barang yang pada akhirnya mempengaruhi harga,
misalnya berita gagal panen bisa membuat harga naik.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Peranan
sistem informasi manajemen dalam agribisnis meliputi informasi produksi,
informasi distribusi, informasi pengolahan dan informasi pasar.
DAFTAR
PUSTAKA
G.A. Gorry and M.S.
Scott, A Framework For Management
Information Systems, Sloan. Management Review, 13(1),Fall 1971, 55-70.
G. Davis and M. Olson, Mangement Information Systems, 1984, 56. Pusdiklatwas
BPKP. 2007. Modul Sistem Informasi Manajemen.
http://agricultureagribussniss.blogspot.com/2017/11/sistem-informasi-agribisnis-pertanian.html?m=1
diakses pada tanggal 09 Desember 2019
http://laporan-agribisnis.blogspot.com/2014/10/perkembangan-sistem-informasi-manajemen.html?m=1
diakses pada tanggal 09 Desember 2019
http://erpandsima.blogspot.com/2015/05/peranan-sistem-informasi-manajemen-sim.html?=1
diakses pada tanggal 09 Desember 2019
http://iamreiken-hirameki2gind.blogspot.2013/10/peranan-sistem-informasi-manajemen.html?=1
diakses pada tanggal 09 Desember 2019
http://agribisnismodern.blogspot.com/2012/12/makalah-sim.html?=1
diakses pada tanggal 09 Desember 2019
http://openmind4shared.blogspot.com/2012/04/karakteristi-sistem-dalam-sistem.html?m=1
diakses pada tanggal 09 Desember 2019